Minggu, 19 April 2015

Pesan-Pesan Dakwah Dalam Sebuah Film


Film dan Dakwah merupakan dua hal yang berkaitan. Upaya penyebaran pesan-pesan moral keagamaan (dakwah) tersebut dapat menawarkan satu alternatif dalam membangun dinamika masa depan umat dengan menempuh cara dan strategi yang bijak.

Pesan-pesan moral keagamaan (dakwah) akan langsung diterima oleh masyarakat dengan jumlah banyak. Karena itu, dalam prosesnya ia memerlukan media, dan salah satunya adalah film.

Film sebagai salah satu media komunikasi, tentunya memiliki pesan yang akan disampaikan. Maka isi pesan dalam film merupakan dimensi isi, sedangkan Film sebagai alat (media) berposisi sebagai dimensi hubungan. Film sebagai salah satu media komunikasi massa memiliki kapasitas untuk memuat pesan yang sama secara berbarengan.

Selain itu, ia juga mempunyai sasaran beragam, mulai dari umur, tempat tinggal, agama, etnis, dan status dapat memainkan peranan sebagai saluran penarik untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu dari dan untuk manusia, termasuk pesan-pesan moral keagamaan yang biasa disebut dengan dakwah.

Dengan melihat film, maka kita dapat memperoleh informasi dan gambaran tentang realitas tertentu, realitas yang sudah diseleksi. Dalam penyampaian pesan moral keagamaan (dakwah), maka film dapat mengekspresikannya dalam berbagai macam cara dan strategi, sehingga tujuan dakwah dapat tercapai dengan baik.

Salah satu kelebihan film sebagai media dakwah adalah seorang da’i dalam menyampaikan pesan dakwahnya dapat diperankan sebagai seorang tokoh pemain dalam produksi film, tanpa harus ceramah dan berkhotbah seperti halnya pada majelis taklim. Sehingga, secara tidak langsung maka para penonton tidak sedang merasa diceramahi atau digurui.

Dengan media film ini, maka pesan dakwah dapat menjangkau ke berbagai kalangan. Pesan-pesan moral keagamaan dari da’i sebagai pemain dalam dialog adegan film dapat mengalir secara lugas, sehingga penonton dapat menerima pesan yang disampaikan da’i tanpa paksaan.

Pesan dakwah dalam film juga lebih mudah disampaikan pada masyarakat. Hal itu dikarenakan pesan verbal diimbangi dengan pesan visual memiliki efek yang sangat kuat terhadap pendapat, sikap, dan perilaku pendengar. Hal ini terjadi, karena dalam film selain pikiran, maka perasaan pemirsa juga dilibatkan.

Dalam sebuah film terdapat kekuatan dramatik dan hubungan logis, sebuah bagian cerita yang tersaji dalam alur cerita. Kekuatan pesan yang dibangun akan diterima penonton secara penghayatan, sedangkan hubungan logis diterimanya secara pengetahuan.

Namun, film sebagai media dalam berdakwah juga mempunyai kelemahan, salah satunya penonton film yang cukup bersikap pasif. Hal ini dikarenakan film merupakan sajian yang siap dinikmati.



Faris Kasyfi Aziz

About Faris Kasyfi Aziz

FARIS KASYFI AZIZ | Mahasiswa FidKom - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 3 di UIN SGD Bandung | Tinggal di Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat.

Subscribe to this Blog via Email :