Rabu, 23 September 2015

Berkurban Karena Mensyukuri Nikmat

Ibadah kurban dilakukan mengikuti sunah Nabi Ibrahim As dan Nabi Muhammad SAW yang mengandung banyak hikmah dan rahasia yang sangat besar. Ibadah kurban dilakukan ikhlas semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk riya apalagi pamer.

Penyembelihan hewan kurban sebagai bukti bahwa kita mensyukuri nikmat Allah SWT di atas segala rezeki dan kebaikan yang telah dikurniakan kepada kita. Ibadah kurban juga dapat meniupkan semangat untuk saling tolong menolong antara sesama muslim.

Berkorban dengan mengorbankan sebagian yang kita sayangi seperti harta benda, fikiran, tenaga demi kepentingan umat Islam, terutama bagi mereka yang kekurangan.  Ibadah kurban sunah dilakukan di hari Tasyrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.

Binatang yang sah dijadikan kurban adalah binatang yang tidak cacat seperti buta, terpotong ekornya, pincang, sakit atau terlalu kurus. Sebaik-baik binatang itu mempunyai badan yang sehat, kuat dan gemuk.

Tujuan utama dari ibadah kurban adalah untuk menggembirakan orang fakir dan miskin di hari raya kurban (Idul Adha). Sebagaimana di hari Raya Idul Fitri mereka digembirakan dengan zakat fitrah. Untuk hewan kurban Sapi, boleh dilakukan qurban untuk 1 atau 7 orang, begitu pula bagi 7 orang yang bergabung untuk satu ekor hewan kurban Sapi.

Daging sembelihan itu boleh diberikan untuk 7 orang yang bergabung dengan adil sebanyak 1/3 daging. Tetapi alangkah baiknya jika disedekahkan untuk fakir miskin serta mereka yang membutuhkan. Karena senyum mereka akan berbuah doa bagi orang yang berkurban.


Faris Kasyfi Aziz

About Faris Kasyfi Aziz

FARIS KASYFI AZIZ | Mahasiswa FidKom - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 3 di UIN SGD Bandung | Tinggal di Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat.

Subscribe to this Blog via Email :