Sabtu, 05 Maret 2016

Usia Muda, Apa Yang Harus Diperbuat



Mari mengingat pesan penting yang pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya. “Masa mudamu sebelum datang masa tuamu. Masa sehatmu sebelum datang sakitmu. Masa kayamu sebelum datang fakirmu. Masa hidupmu sebelum matimu. Dan masa senggangmu sebelum datang kesibukanmu”.

Ingatlah pesan penting yang disampaikan Rasulullah SAW tersebut pastinya masa-masa muda adalah masa-masa dimana yang panjang dan indah. Gelora cita-cita seolah tiada pernah berhenti bergolak. Masing-masing mempunyai asa dan harapannya.

Hadits diatas mengandung pengertian, bahwa kita harus memanfaatkan kesempatan masa muda kita dengan sebaik-baiknya. Kesempatan itu adalah:

Pertama, masa muda sebelum datang masa tua. Dengan kondisi kita yang masih muda ini dan fisik kita masih kuat. Disaat inilah kekuatan untuk bekerja masih sangat kuat dan bugar. Maksudnya adalah selagi masih muda kita harus banyak bekerja dan juga taat beribadah kepada Allah SWT karena kondisi kita masih kuat. Jika sudah datang masa tua kita, tentu kita akan lebih berat untuk berbuat ketaatan karena lemahnya kondisi fisik kita.

Kedua, masa sehat sebelum masa sakit. Kesehatan memang bukan segalanya tapi tanpa kesehatan semuanya menjadi tidak berarti. Seperti itulah ungkapan yang banyak disebutkan tentang bagaimana menjadi sehat adalah sebuah rezeki dan nikmat yang tiada duanya dibandingkan apapun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpesan agar selagi kita masih diberikan kesehatan maka giatlah berolahraga dan perbanyaklah amal saleh, dan selalu senantiasa bersyukur kepada Allah SWT karena nikmat sehat yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Ketiga, masa kaya sebelum datang fakir. Kaya di sini berarti adalah kelapangan terhadap harta kita dan Rasulullah shallalla-hu ‘alaihi wasallam berpesan selagi punya kemampuan untuk bersedekah, berinfaq atau berjihad dengan harta maka kita harus banyak memberikan sebagian apa yang kita miliki untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Seandainya kita tidak memanfaatkan hal itu dengan banyak bersedekah, berinfaq atau berjihad dengan harta, maka kita akan menjadi orang yang fakir baik itu di dunia maupun di akhirat.

Keempat, masa hidup sebelum mati. Penyesalan hanya akan datang satu kali dan penyesalan itu akan datang belakangan. Itulah tipikal dari kebanyakan manusia, yaitu menyesal sedangkan itu sudah terlambat. Namun jangan sampai kita menyesal setelah kita hidup di akhirat kelak karena tak akan ada kesempatan dua kali untuk memperbaiki apa yang telah kita lakukan di dunia.

Untuk itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan agar kita memanfaatkan dengan sebaik-baiknya masa hidup kita sebelum datang kematian, karena kesempatan hanya datang sekali, yaitu di masa hidup kita sekarang ini.

Kelima, waktu senggang sebelum datang kesibukan. Hari kiamat itu pasti terjadi dan waktunya pun bisa terjadi sewaktu-waktu. Di saat itu tiap-tiap manusia akan disibukkan dengan ketakutannya masing-masing. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan agar kita memanfaatkan waktu senggang kita sekarang ini dengan sebaik-baiknya sebelum datangnya kesibukan saat hari kiamat nanti.

Benarlah kata Al Munawi, seseorang baru ingat kalau dia diberi nikmat sehat ketika dia merasakan sakit. Dia baru ingat diberi kekayaan setelah jatuh miskin. Dan dia baru ingat memiliki waktu semangat untuk beramal di masa muda setelah dia nanti berada di usia senja yang sulit beramal.

Penyesalan tidak ada gunanya, jika seseorang hanya melewati masa tersebut dengan sia-sia. Jadi selagi kita masih muda, kita harus terus mencari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi kita dan harus diimbangi dengan perbanyak beribadah kepada Allah SWT. | @fariskasyfi



Faris Kasyfi Aziz

About Faris Kasyfi Aziz

FARIS KASYFI AZIZ | Mahasiswa FidKom - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 3 di UIN SGD Bandung | Tinggal di Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar