Jumat, 25 September 2015

Catatan Pelaksanaan Idul Adha 1436 H dan Kurban di Sekitar Rumah

Shalat subuh baru saja usai, para jamaah pun segera beranjak pulang ke rumah masing-masing termasuk saya. Namun, beberapa panitia shalat idul Adha 1436 H / 2015 ada yang terus melanjutkan dengan mengumandangkan takbir di Masjid menyambut datangnya hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijah 1436 H atau bertepatan dengan hari Kamis, 24 September 2015.

Di Indonesia, perayaan idul Adha tahun ini ada yang merayakannya pada hari Rabu 23 September, ada pula yang merayakan tanggal 24 September 2015 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Namun umat islam di Indonesia sudah faham bahwa perbedaan tersebut bukanlah perbedaan yang hakiki sehingga walaupun berbeda hari, tapi keduanya berdampingan dan perayaan Idul Adha tahun ini berjalan dengan cukup lancar.

Pelaksanaan shalat Idul Adha tahun ini dilaksanakan di Masjid Darul Ittihad RW 015, lingkungan Perumahan Jatisari Permai, Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, yang sebelumnya beberapa tahun belakangan dilaksanakan di lapangan RW 015 (lapangan volley dan fulsal). Masjid Darul Ittihad adalah masjid terdekat dengan tempat tinggal saya walaupun ada juga Masjid At Taqwa. Cuaca pada pagi hari saat itu tidak terlampau panas dan cerah berawan.

Shalat Idul Adha sendiri dimulai pada pukul 06.50 WIB yang sebelumnya pada pukul 06.30 WIB disampaikan beberapa informasi dari Ketua Panitia Idul Adha terkait pengumuman yang berisi tentang jumlah hewan kurban beserta nama-nama yang melaksanakan kurban.

Tercatat ada 8 ekor sapi dan 16 ekor kambing yang akan disembelih oleh panitia kurban Masjid Darul Ittihad. Selain itu ada juga pengumuman dari Ketua Pembangunan Masjid Darul Ittihad.

Dengan menggunakan gamis serba putih, ustadz Ceceng Rahmat, S.Pd.I, M.Pd.I tampil sebagai imam shalat Idul Adha 1436 Hijriah. Dengan khidmat dan khusyu, Ustadz Ceceng melantunkan bacaan ayat suci Alquran diikuti ratusan jamaah di Masjid Darul Ittihad.

Selanjutnya ustadz Zulkifli, Lc, MA membacakan khutbah seusai shalat. Khutbah berisi tentang manfaat, hikmah ibadah haji dan pentingnya berkurban. Saya mencatat beberapa isi khutbah hari Raya Idul Adha kali ini sangat bagus. Uraian sang khatib sangat runtut serta sangat mengena, terutama tentang penyadaran bahwa 'kewajiban berhaji'. Haji yang diwajibkan sekali dalam seumur hidup, harus diusahakan bagi umat Islam yang telah mampu.

Dalam khutbahnya, ustadz Zulkifli, mengingatkan umat Islam akan pentingnya berkurban dan manfaat ibadah sunah itu dalam menciptakan keharmonisan hubungan sosial. Khatib juga mengharapkan agar hari raya Idul Adha ini menjadi cermin rasa persatuan dan ukhuwah Islamiyah, tidak hanya antara sesama bangsa tetapi berbagai bangsa di dunia. Oleh karena itu perisitiwa hari raya kurban bagi umat muslim dimaknai sebagai kerelaan berkurban.

Umat muslim yang saat ini juga sedang melaksanakan Ibadah Haji diharapkan mendapatkan hidayah sebagai haji yang mabrur. Dan ungkapan takbir yang kita lantunkan sebagai bentuk keimanan kepada Allah SWT. Selain itu ungkapan takbir juga harus diwujudkan melalui kepedulian kepada sesama umat Islam.

Khatib juga menjelaskan, syariah kurban pertama kali diperkenalkan dalam sejarah agama, di masa Nabi Ibrahim AS, saat Allah SWT memerintahkan menyembelih anaknya Nabi Ismail.

Hanya saja, perintah menyebelih Nabi Ismail yang merupakan putra satu-satunya itu akhirnya diganti dengan mengorbankan hewan, karena maksud dibalik perintah penyembelihan Nabi Ismail itu hanya untuk menguji keimanan.

Pola hubungan atau komunikasi antara Ibrahim dan Ismail ini menggambarkan keduanya merupakan keluarga yang taat kepada Allah SWT, sehingga mereka rela dan menyadari manusia berasal dari Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya apabila pada saatnya nanti dibutuhkan.

Catatan terakhir, khatib juga menjelaskan bahwa selain memiliki nilai ibadah, kurban juga memiliki nilai sosial, yakni menekan terjadinya kesenjangan sosial, antara yang miskin dengan yang kaya, karena kurban sejatinya merupakan ajaran berbagi atas kemampuan yang dimiliki seseorang kepada orang yang lain yang lemah dalam strata sosial.

Setelah pelaksanaan shalat Idul Adha, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban yang berlokasi di tanah lapang kosong RW 015. Tahun ini lingkungan Perumahan Jatisari Permai, khususnya RW 015 melaksanakan prosesi kurban yang kegiatannya dikelola secara swadaya oleh masyarakat di lingkungan RT setempat. Jumlah hewan kurban sebanyak 24 ekor yaitu 8 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Proses pemotongan hewan kurban diawali dengan penyembelihan seekor sapi. Pada proses penyembelihan hewan kurban tersebut para panitia terlihat juga kesulitan dalam proses penyembelihan.

Pasalnya salah satu hewan kurban yakni sapi ketika hendak dilakukan pemotongan mencoba berontak dan ngamuk. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama akhirnya dengan bantuan masyarakat sekitar sapi tersebut berhasil disembelih.

Dengan susah payah seluruh tim panitia berusaha merobohkan sapi yang mempunyai bobot 350 kg tersebut. Walau sempat ada perlawanan, namun dengan kekompakan dan pengalaman yang mumpuni akhirnya sapi tersebut berhasil dirobohkan dan langsung dilakukan penyebelihan oleh salah satu panitia.

Usai penyembelihan sapi dilanjutkan dengan penyembelihan 16 ekor kambing. Satu persatu kambing tersebut disembelih dengan baik. Seluruh peserta yang menyerahkan hewan kurban pada panitia, diberikan kesempatan untuk menyembelih sendiri hewan kurbannya. Walaupun tidak semuanya hewan kurban kambing disembelih langsung oleh yang berkurban.

Setelah pencacahan daging, tulang dan lainnya seluruhnya langsung dimasukan kedalam kantong yang telah disediakan. Sebanyak ratusan kantong daging disiapkan oleh panitia yang nantinya akan didistribusikan kepada mustahik yang berhak menerima.

Alhamdulillah, proses pemotongan, pencacahan daging hingga pembungkusan daging kurban berjalan dengan lancar tanpa satu halangan. Jelang dzhuhur seluruh proses dapat diselesaikan dengan baik dan acara ditutup dengan pendistribusian daging dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. (FKA)



Faris Kasyfi Aziz

About Faris Kasyfi Aziz

FARIS KASYFI AZIZ | Mahasiswa FidKom - Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Semester 3 di UIN SGD Bandung | Tinggal di Jatiasih Kota Bekasi, Jawa Barat.

Subscribe to this Blog via Email :

1 komentar:

Write komentar